Pasuruan//NusantaraTimes.Online -Jawa Timur | Ketegangan menyelimuti kawasan industri Gempol menyusul belum adanya titik temu terkait polemik upah karyawan outsourcing KBM yang bekerja di PT Madu Jaya Indoprima. Meski isu ini telah memanas di berbagai lini massa, pihak manajemen KBM dinilai masih “tutup telinga” dan belum menunjukkan iktikad baik untuk melunasi hak para pekerjanya. Kamis, 25/12/2025.

Dalam pertemuan darurat yang digelar di sebuah kedai kopi di bilangan Jalan Raya Gempol, tak jauh dari lokasi pabrik, puluhan karyawan yang merasa dikhianati akhirnya resmi menggandeng LSM P-MDM untuk menempuh jalur audiensi sekaligus tekanan massa.

Keringat yang Tak Terbayar

Bagi para buruh, ini bukan sekadar angka, melainkan urusan perut. Berdasarkan perhitungan mereka, setidaknya ada 19 hari masa kerja yang hingga detik ini belum dibayarkan oleh pihak outsourcing KBM.

Handoyo, salah satu perwakilan karyawan, menyampaikan kekecewaannya dengan nada tegas. Ia menekankan bahwa kewajiban perusahaan adalah membayar tenaga yang telah mereka peras.

“Kami tidak akan pernah diam sampai kapan pun jika hak saudara-saudara kami belum diberikan. Kami sudah mengeluarkan keringat dan kami tidak peduli apa pun kondisinya di internal mereka. Hak kami yang sudah bekerja, maka berikan!” tegas Handoyo di hadapan rekan-rekannya.

Hal senada disampaikan oleh Misbah, koordinator pergerakan buruh. Ia merasa geram dengan sikap diam seribu bahasa yang ditunjukkan pihak manajemen KBM.

“Kami akan terus mengejar hingga hak karyawan diberikan secara utuh. Tidak ada kompromi untuk hak yang telah diperjuangkan melalui tenaga,” ujarnya.

Langkah Tegas LSM P-MDM dan Ancaman Aksi Masa

Ketua Umum DPP LSM P-MDM, Gus Ujay, yang hadir langsung dalam konsolidasi malam itu, memberikan peringatan keras. Menurutnya, aturan ketenagakerjaan di Indonesia sudah sangat jelas mengatur kewajiban perusahaan outsourcing.

“Di dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan sudah tertulis jelas. Outsourcing wajib membayar karyawan apa pun dalihnya. Jika audiensi yang kita rencanakan dengan pihak perusahaan dan Disnaker berjalan buntu, maka aksi massa atau demonstrasi besar tidak akan terelakkan,” terang Gus Ujay dengan lugas.

Menanti Iktikad Baik

Saat ini, para karyawan sedang mematangkan persiapan untuk melakukan audiensi formal dengan melibatkan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pasuruan. Langkah ini diambil sebagai upaya terakhir sebelum gelombang aksi yang lebih besar benar-benar tumpah ke jalan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak KBM maupun manajemen PT Madu Jaya Indoprima belum memberikan pernyataan resmi terkait keterlambatan pembayaran upah tersebut. Masyarakat kini menanti, apakah perusahaan akan menunjukkan nurani atau justru memilih jalan buntu yang berisiko pada kelumpuhan operasional. IPUL Jatim

More From Author

Babinsa Koramil 404-05/TE Laksanakan Pengamanan Natal 2025 Dan Tahun Baru 2026

KBM Bungkam, Ratusan Buruh Siapkan ‘Perang’ Hak Bersama LSM P-MDM di Gempol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Sound System Dibungkam, Dugaan Penganiayaan Menggema di Marina Boom Banyuwangi

Banyuwangi — Nusantara Times.Online | Seorang warga negara asing (WNA) asal Rusia berinisial AF diduga menganiaya pemilik sound system, Suro ...

‎Barang Bukti Ditemukan, Pelaku Belum Terungkap: Warga Tanjab Timur Desak Kepolisian Bertindak Cepat

Tanjab Timur – Nusantaratimes.online ||Penanganan kasus kriminal di wilayah hukum Kabupaten Tanjung Jabung Timur kembali mendapat sorotan. H. Ambo Acok, ...

Harga Manggis Banyuwangi Tak Stabil, Pedagang Lokal Terancam Rugi Akibat Maraknya Pedagang Liar

Banyuwangi – Nusantara Times.Online | Musim panen manggis yang biasanya menjadi berkah bagi petani dan pedagang di Banyuwangi, tahun ini ...

Lampu Jalan atau Ilusi? Anggaran Miliaran PUCKPP Banyuwangi Dipertanyakan Keras!

BANYUWANGI - Nusantara Times.Online // Publik kembali dipaksa menelan kejanggalan yang mencederai akal sehat. Sebuah proyek bertajuk Pengadaan Lampu Jalan ...

Diduga beri setoran uang keamanan,Bandar Narkoba Di Bungo bernama Malik dan angga berasa kebal hukum !!!Polisi diminta segera Grebek !!! ‎

BUNGO-Nusantaratimes.online  || ‎"Malik dan Angga"  yang dikenal di kabupaten Bungo Disebut sebagai Bandar narkoba yang cukup terkenal, ‎Meski Namanya sudah viral ...