Raden Teguh Firmansyah: Pembangunan Harus Libatkan Rakyat, Bukan Menindasnya

Banyuwangi – Nusantara Times.Online | Aktivis Filsafat Logika Berpikir Raden Teguh Firmansyah menyatakan siap memimpin pergerakan warga Dusun Ringinsari, Desa Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran, yang menolak rencana pembangunan proyek gardu induk dan jaringan transmisi listrik milik PT PLN (Persero) UIP Jawa Bagian Timur dan Bali (JBTB).

Raden menegaskan bahwa langkah warga adalah bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan prosedural dan manipulasi atas nama pembangunan. Ia menilai, pembangunan yang tidak melibatkan rakyat justru menjadi wajah baru dari penjajahan gaya modern.

“Kami akan terus mengupas kebenaran dan menegakkan keadilan dari kelicikan penjajah versi baru yang bersembunyi di balik proyek pembangunan negara,” ujar Raden Teguh Firmansyah di sela pertemuan bersama warga Ringinsari.

Dalam forum tersebut, Raden menyinggung surat resmi PLN UIP JBTB tertanggal 1 Juli 2025 dengan nomor 2648/DAN.01.02/F42000000/2025, yang menunjuk pihak Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk melaksanakan pekerjaan Soil Investigation (uji tanah) di beberapa titik wilayah Jawa Timur, termasuk Genteng dan Ngoro.

Menurutnya, proyek semacam itu wajib memenuhi prinsip transparansi, konsultasi publik, dan kejelasan AMDAL sebagaimana diatur dalam UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Tanpa itu, katanya, proyek tersebut tidak memiliki legitimasi sosial di mata rakyat.

“Pembangunan yang mengabaikan suara rakyat adalah bentuk kezaliman administratif. Kami bukan menolak kemajuan, tapi menolak kesewenang-wenangan yang mengatasnamakan pembangunan,” tegas Raden.

Ia juga menyampaikan bahwa warga telah sepakat membentuk Forum Komunikasi Rakyat Ringinsari (FKRR) sebagai wadah koordinasi dan perjuangan untuk mengawal aspirasi masyarakat terdampak.

“Kami akan berdiri di garis depan. Kami tidak melawan negara, tapi kami akan melawan setiap kebijakan yang merampas hak rakyat atas tanah dan lingkungan yang mereka jaga turun-temurun,” tambahnya.

Raden menutup pernyataannya dengan seruan moral:

“Keadilan bukan hadiah, tapi hak. Dan hak rakyat tidak boleh ditukar dengan janji proyek yang kabur maknanya.”

More From Author

RSUD Genteng Bangun Gedung Rawat Inap KRIS dan HD Center, Anggaran Capai Rp 14,45 Miliar

Unit Reskrim Polsek Rogojampi Temukan Motor Curian, Kapolresta Banyuwangi Apresiasi Langkah Cepat Petugas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Dari Banyuwangi ke Malaysia, Cherie dan Vivianne Wangsa Ukir Prestasi Membanggakan

BANYUWANGI,– NusantaraTimes.Online | Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh putri daerah asal Kabupetan Banyuwangi di kancah internasional. Dua bersaudara, Cherie Callista ...

LSM LIRA Banyuwangi Resmi Terima SK Kepengurusan dari DPW Jawa Timur, Perkuat Konsolidasi dan Program Kerja Organisasi

BANYUWANGI – NusantaraTimes.Online | Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (LSM LIRA) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Banyuwangi resmi menerima ...

Kawal Hingga Mabes Polri, LIRA Banyuwangi Dukung Penuh Langkah Hukum Kiki

Banyuwangi – NusantaraTimes.Online | Sikap tegas dan komitmen terhadap penegakan hukum kembali ditunjukkan Bupati LSM LIRA Banyuwangi dalam menyikapi dugaan ...

Kapolri Dan Kapolda Jatim, Ratusan Warga Pinggir Pesisir Datangi Mapolresta Banyuwangi Dampingi Pak Suro

NusantaraTimes.Online // Banyuwangi – Ratusan warga pesisir dan sejumlah elemen masyarakat mendatangi Polresta Banyuwangi dalam aksi solidaritas terkait kasus dugaan ...

Diduga Berkedok Reklamasi, Tambang Galian C di Desa Gambor Banyuwangi Tetap Beroperasi, Polresta Banyuwangi Disorot Diduga Tutup Mata

Banyuwangi – NusantaraTimes.Online | Aktivitas tambang galian C yang diduga ilegal di wilayah Desa Gambor, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, terus ...

Sound System Dibungkam, Dugaan Penganiayaan Menggema di Marina Boom Banyuwangi

Banyuwangi — Nusantara Times.Online | Seorang warga negara asing (WNA) asal Rusia berinisial AF diduga menganiaya pemilik sound system, Suro ...