Lagi-lagi Aktifis Filsafat Logika Berpikir, lontarkan kritikan Ke Pemda. Raden. “Masjid dan Logika yang Tersesat

Banyuwangi//NusantaraTimes.Online -Raden Teguh Firmansyah, Aktivis Filsafat Logika Berpikir, menyampaikan kegelisahan intelektual atas sebuah fenomena yang tampak sederhana, namun menyimpan paradoks serius dalam tata kelola pemerintahan, lelang proyek Masjid Babussalam dinyatakan batal, tetapi fakta fisik justru tetap bergerak.

Dalam logika paling dasar, sesuatu yang dibatalkan seharusnya berhenti. Namun ketika yang “dibatalkan” justru “berlanjut dalam bentuk lain”, maka publik berhak bertanya, apakah yang dibatalkan hanya administrasinya, sementara kehendaknya tetap hidup?

“Di sinilah logika diuji,” ujar Raden Teguh. “Jika prosedur berhenti tetapi aktivitas berjalan, maka yang sedang bekerja bukan sistem, melainkan kehendak.”

Ia menilai, masjid sebagai simbol kesucian seharusnya menjadi ruang paling steril dari kerancuan nalar birokrasi. Namun ketika masjid berdiri di jantung kekuasaan, ia rawan berubah fungsi, bukan lagi tempat menguji kejujuran, melainkan cermin yang justru memantulkan kegelisahan para pengelolanya.

“Kadang yang membuat orang kepanasan bukan panas matahari, tapi cahaya transparansi,” sindirnya.

Menurutnya, publik tidak sedang menuduh, melainkan sedang membaca tanda-tanda. Dalam filsafat, tanda yang tak sinkron antara keputusan dan kenyataan selalu melahirkan kecurigaan rasional. Dan kecurigaan rasional adalah hak warga, bukan kejahatan. Raden Teguh juga menyinggung kecenderungan kekuasaan yang lebih sibuk merawat citra ketimbang makna.

“Ketika bangunan keagamaan lebih sering hadir sebagai latar pencitraan daripada sebagai hasil proses yang terang, maka yang dibangun bukan rumah ibadah, melainkan panggung simbolik,” ujarnya.

Ia menegaskan, kritik ini tidak diarahkan pada pribadi, melainkan pada cara berpikir dalam pengelolaan kekuasaan.

“Jika semua sudah sesuai aturan, maka penjelasan terbuka tidak akan melukai siapa pun. Sebab kebenaran tidak takut diperiksa, dan kejujuran tidak alergi pada pertanyaan.” Di akhir pernyataannya, Raden Teguh mengajak publik untuk terus menjaga nalar kritis.

“Sebab ketika rakyat berhenti bertanya, di situlah kekuasaan mulai berbicara sendirian. Dan ketika kekuasaan berbicara sendirian, kebenaran biasanya tidak diajak duduk di meja yang sama.”

More From Author

LSM P-MDM Gelar Tasyakuran Sederhana dan Milad Gus Ujay ke-46

PW-FRN Banyuwangi: Sanksi Teguran untuk SPBU Kedayunan Tak Seimbang dengan Pelanggaran Hukum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

‎Barang Bukti Ditemukan, Pelaku Belum Terungkap: Warga Tanjab Timur Desak Kepolisian Bertindak Cepat

Tanjab Timur – Nusantaratimes.online ||Penanganan kasus kriminal di wilayah hukum Kabupaten Tanjung Jabung Timur kembali mendapat sorotan. H. Ambo Acok, ...

Harga Manggis Banyuwangi Tak Stabil, Pedagang Lokal Terancam Rugi Akibat Maraknya Pedagang Liar

Banyuwangi – Nusantara Times.Online | Musim panen manggis yang biasanya menjadi berkah bagi petani dan pedagang di Banyuwangi, tahun ini ...

Lampu Jalan atau Ilusi? Anggaran Miliaran PUCKPP Banyuwangi Dipertanyakan Keras!

BANYUWANGI - Nusantara Times.Online // Publik kembali dipaksa menelan kejanggalan yang mencederai akal sehat. Sebuah proyek bertajuk Pengadaan Lampu Jalan ...

Diduga beri setoran uang keamanan,Bandar Narkoba Di Bungo bernama Malik dan angga berasa kebal hukum !!!Polisi diminta segera Grebek !!! ‎

BUNGO-Nusantaratimes.online  || ‎"Malik dan Angga"  yang dikenal di kabupaten Bungo Disebut sebagai Bandar narkoba yang cukup terkenal, ‎Meski Namanya sudah viral ...

Penambangan emas ilegal ( PETI ), Desa Danau Embat masih terus beroperasi, oknum Polri di duga terlibat, Kinerja Kapolres Batanghari jadi pertanyaan !!

Nusantaratimes.online || Kegiatan aktivitas penambangan emas ilegal (PETI ) yang selama ini terkesan senyap dan aman seolah telah terkondisikan dengan ...

Safari Ramadhan Pangdam XIX/TT di Yonif TP 850/SC

Nusantaratimes.online Yth. Danyonif TP 850/SC Cc. Wadanyonif TP 850/SC Fakta - Fakta. Izin melaporkan, Pada hari Selasa tanggal 10 maret ...