MUARO JAMBI – NusantaraTimes.online | Praktik penimbunan dan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diduga ilegal kembali menjadi sorotan. Kali ini, aktivitas bongkar muat BBM yang menyasar sektor perkapalan di wilayah Desa Kunangan, Kecamatan Taman Rajo (sebelumnya disebut Alam Barajo) Kabupaten Muaro Jambi, mencuat ke publik.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aktivitas tersebut diduga dijalankan oleh entitas yang sebelumnya dikenal sebagai PT EBE Saudara Sejahtera, yang kini disebut telah bertransformasi menjadi PT SME.
Namun, legalitas perusahaan ini dipertanyakan karena diduga tidak mencantumkan Izin Niaga Umum (INU) yang sah dalam operasionalnya.
Modus Operandi dan Lokasi Strategis
Aktivitas perusahaan ini tidak hanya bergerak di darat. PT SME diduga kuat melakukan transfer BBM ilegal langsung ke kapal-kapal (bungker) yang bersandar di kawasan Desa Kunangan.
Lokasi ini disinyalir menjadi titik utama pendistribusian BBM tanpa izin resmi yang telah berlangsung dalam waktu cukup lama.
Dugaan Keterlibatan Oknum TNI.
Yang lebih mengejutkan, dalam menjalankan aksinya, operasional PT EBE/PT SME di lapangan diduga mendapat pengawalan dari seorang oknum anggota TNI aktif. Oknum tersebut berinisial “Ricky Trgn”, yang diketahui berdinas di Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 142/Kesatria Jaya.
Kehadiran oknum aparat di lokasi ditengarai menjadi alasan kuat mengapa aktivitas ini terkesan kebal hukum dan sulit tersentuh oleh pihak berwenang selama ini.
Mengingat aktivitas ini telah merugikan negara dan melanggar regulasi migas, masyarakat mendesak adanya tindakan nyata dari pimpinan aparat penegak hukum di Jambi.
Aparat diminta tidak tebang pilih dalam melakukan penertiban. Mengingat adanya keterlibatan oknum militer, kolaborasi lintas instansi menjadi kunci utama agar penindakan berjalan optimal.
”Kami meminta Bapak Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar, S.I.K., M.H., dan Dandenpom II/2 Jambi, Letnan Kolonel Cpm Sundoro, S.H., untuk segera turun tangan. Segel lokasi bungker di Kunangan dan tindak tegas oknum yang membekingi aktivitas ilegal ini,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya. (TIM)






