APSR Angkat Topi untuk Suwito, Namun Ingatkan Kasus Kades Tetap Harus Diproses

Banyuwangi – Nusantara Times.Online | Langkah berani dan penuh kerendahan hati ditunjukkan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuwangi dari Partai Gerindra, Suwito, yang secara terbuka meminta maaf kepada para kepala desa (kades) atas pernyataannya yang sempat viral dan menimbulkan kegaduhan di kalangan pemerintah desa. Tindakan tersebut mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak, salah satunya dari Guntur Mardianto, pentolan Aliansi Pengawal Suara Rakyat (APSR) Banyuwangi.

Guntur Mardianto menyebut bahwa apa yang dilakukan Suwito merupakan sikap seorang pemimpin sejati yang berani mengakui kesalahan dan menjunjung tinggi kondusivitas daerah. Menurutnya, tidak banyak pejabat publik yang mampu menunjukkan kelapangan dada dalam menghadapi tekanan publik, terlebih hingga menyampaikan permintaan maaf secara langsung di hadapan masyarakat.

“Pak Suwito telah menunjukkan kualitas seorang negarawan. Beliau mengedepankan kepentingan daerah dan keharmonisan sosial dengan secara gentle meminta maaf. Ini langkah yang patut diacungi jempol,” ujar Guntur.

Namun, meskipun Suwito telah menyampaikan permintaan maaf, APSR menyoroti bahwa hingga kini belum ada satu pun kepala desa yang memberikan respons atau balasan maaf kepada yang bersangkutan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di publik, mengingat pernyataan maaf itu disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral demi meredakan tensi yang sempat meningkat.

Di sisi lain, APSR menegaskan bahwa apresiasi terhadap sikap Suwito tidak menghalangi komitmen mereka dalam mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk tetap menuntaskan berbagai kasus yang diduga melibatkan sejumlah kepala desa di Banyuwangi. Guntur menambahkan bahwa persoalan hukum tidak boleh tenggelam hanya karena munculnya isu lain yang ramai diperbincangkan masyarakat.

“Kami tetap konsisten meminta APH untuk menuntaskan kasus-kasus yang melibatkan beberapa oknum kades. Persoalan hukum harus tetap berjalan sebagaimana mestinya, agar tidak ada anggapan bahwa penyelesaian kasus ini tebang pilih atau mandek begitu saja,” tegasnya.

APSR menilai bahwa penyelesaian kasus-kasus tersebut penting demi menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah desa serta untuk memastikan bahwa roda pemerintahan berjalan bersih dan transparan.

Dengan dinamika yang terus berkembang, APSR berharap seluruh pihak dapat menempatkan persoalan secara proporsional: menghargai permintaan maaf Suwito sebagai langkah positif, namun tetap menjalankan proses hukum tanpa pandang bulu. (Red)

More From Author

Aksi Damai Jilid II, Puskaptis Banyuwangi “Gruduk” Kantor DPU CKPP: Soroti Dugaan Permainan Mini Kompetisi

Korban Penipuan Emas Senilai Rp1 Miliar: “Otak Pelaku Harus Terungkap, Tidak Boleh Ada yang Kebal Hukum!” Resmob Banyuwangi Tangkap Tersangka Utama, Jaringan Pelaku Diduga Libatkan Banyak Oknum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

‎Barang Bukti Ditemukan, Pelaku Belum Terungkap: Warga Tanjab Timur Desak Kepolisian Bertindak Cepat

Tanjab Timur – Nusantaratimes.online ||Penanganan kasus kriminal di wilayah hukum Kabupaten Tanjung Jabung Timur kembali mendapat sorotan. H. Ambo Acok, ...

Harga Manggis Banyuwangi Tak Stabil, Pedagang Lokal Terancam Rugi Akibat Maraknya Pedagang Liar

Banyuwangi – Nusantara Times.Online | Musim panen manggis yang biasanya menjadi berkah bagi petani dan pedagang di Banyuwangi, tahun ini ...

Lampu Jalan atau Ilusi? Anggaran Miliaran PUCKPP Banyuwangi Dipertanyakan Keras!

BANYUWANGI - Nusantara Times.Online // Publik kembali dipaksa menelan kejanggalan yang mencederai akal sehat. Sebuah proyek bertajuk Pengadaan Lampu Jalan ...

Diduga beri setoran uang keamanan,Bandar Narkoba Di Bungo bernama Malik dan angga berasa kebal hukum !!!Polisi diminta segera Grebek !!! ‎

BUNGO-Nusantaratimes.online  || ‎"Malik dan Angga"  yang dikenal di kabupaten Bungo Disebut sebagai Bandar narkoba yang cukup terkenal, ‎Meski Namanya sudah viral ...

Penambangan emas ilegal ( PETI ), Desa Danau Embat masih terus beroperasi, oknum Polri di duga terlibat, Kinerja Kapolres Batanghari jadi pertanyaan !!

Nusantaratimes.online || Kegiatan aktivitas penambangan emas ilegal (PETI ) yang selama ini terkesan senyap dan aman seolah telah terkondisikan dengan ...

Safari Ramadhan Pangdam XIX/TT di Yonif TP 850/SC

Nusantaratimes.online Yth. Danyonif TP 850/SC Cc. Wadanyonif TP 850/SC Fakta - Fakta. Izin melaporkan, Pada hari Selasa tanggal 10 maret ...