Lampu Jalan atau Ilusi? Anggaran Miliaran PUCKPP Banyuwangi Dipertanyakan Keras!

BANYUWANGI – Nusantara Times.Online // Publik kembali dipaksa menelan kejanggalan yang mencederai akal sehat. Sebuah proyek bertajuk Pengadaan Lampu Jalan dengan nilai fantastis mencapai Rp 9,7 miliar, yang tercatat sebagai proyek milik PUCKPP Banyuwangi, kini menuai sorotan tajam. Secara administratif, semuanya terlihat “rapi”. Kontrak ada. Penyedia jelas. Status bahkan sudah dinyatakan pengiriman dan penerimaan.

Namun satu pertanyaan mendasar mengguncang logika masyarakat. Di mana wujud lampu jalan tersebut? Hingga kini, tidak ada kejelasan. Jumlah unit yang dibeli, lokasi pemasangan, Distribusi di lapangan, Dokumentasi realisasi fisik.

Fakta ini memunculkan dugaan keras. apakah ini proyek nyata, atau sekadar permainan angka di atas kertas

Aktivis Filsafat Logika Berpikir, Raden Teguh Firmansyah, menyampaikan kritik tajam. “Dalam logika rasional, setiap klaim harus bisa diverifikasi. Jika anggaran miliaran rupiah sudah dinyatakan terealisasi, tapi barangnya tidak bisa ditunjukkan, maka itu bukan transparansi, itu manipulasi yang dilegalkan oleh sistem,”jelas Raden. Kamis. 26 Maret 2026.

Ia juga menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa dianggap sepele, karena berpotensi masuk dalam ranah pelanggaran serius.

“Jika benar tidak ada kesesuaian antara laporan dan realisasi fisik, maka ini berpotensi melanggar prinsip akuntabilitas keuangan negara dan dapat mengarah pada indikasi tindak pidana korupsi, terutama jika ditemukan unsur mark-up, fiktif, atau penyalahgunaan wewenang,” kata Raden.

Secara hukum dan tata kelola, proyek seperti ini seharusnya tunduk pada prinsip. Transparansi, Akuntabilitas, Efisiensi penggunaan anggaran,
Kesesuaian antara kontrak dan realisasi fisik.

Ketika prinsip-prinsip ini tidak terpenuhi, maka secara rasional dan hukum, kondisi ini layak untuk. Diaudit secara menyeluruh, Diperiksa oleh aparat pengawasan internal pemerintah (APIP), Bahkan dibuka ruang penyelidikan oleh aparat penegak hukum jika ditemukan indikasi kuat penyimpangan.

Lebih lanjut, ia menambahkan. “Jangan biarkan istilah E-Katalog dan E-Purchasing menjadi tameng formalitas. Sistem itu diciptakan untuk transparansi, bukan untuk menyamarkan ketidakjelasan. Jika output-nya tidak bisa dibuktikan, maka sistem telah disalahgunakan,”tegasnya.

Masyarakat kini menuntut jawaban konkret. Tunjukkan lokasi fisik lampu jalan, Buka data lengkap pengadaan, Sajikan bukti realisasi yang dapat diverifikasi publik. Karena satu hal yang tidak bisa dibantah.

Uang rakyat harus kembali dalam bentuk manfaat nyata, bukan sekadar laporan administratif tanpa wujud. Jika dalam waktu dekat tidak ada kejelasan, maka proyek ini tidak hanya layak disebut. “Proyek Siluman”, tetapi juga berpotensi menjadi bom waktu hukum yang akan menguji integritas birokrasi di Banyuwangi.

More From Author

Diduga Oknum Brimob Polda Jambi Batalyon C , Terlibat Kegiatan Penambangan Emas Ilegal (PETI) dan memiliki beberapa unit rakit yang masih aktif Di wilayah Randu Kabupaten bungo beroperasi tanpa sentuhan Hukum

Harga Manggis Banyuwangi Tak Stabil, Pedagang Lokal Terancam Rugi Akibat Maraknya Pedagang Liar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Dari Banyuwangi ke Malaysia, Cherie dan Vivianne Wangsa Ukir Prestasi Membanggakan

BANYUWANGI,– NusantaraTimes.Online | Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh putri daerah asal Kabupetan Banyuwangi di kancah internasional. Dua bersaudara, Cherie Callista ...

LSM LIRA Banyuwangi Resmi Terima SK Kepengurusan dari DPW Jawa Timur, Perkuat Konsolidasi dan Program Kerja Organisasi

BANYUWANGI – NusantaraTimes.Online | Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (LSM LIRA) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Banyuwangi resmi menerima ...

Kawal Hingga Mabes Polri, LIRA Banyuwangi Dukung Penuh Langkah Hukum Kiki

Banyuwangi – NusantaraTimes.Online | Sikap tegas dan komitmen terhadap penegakan hukum kembali ditunjukkan Bupati LSM LIRA Banyuwangi dalam menyikapi dugaan ...

Kapolri Dan Kapolda Jatim, Ratusan Warga Pinggir Pesisir Datangi Mapolresta Banyuwangi Dampingi Pak Suro

NusantaraTimes.Online // Banyuwangi – Ratusan warga pesisir dan sejumlah elemen masyarakat mendatangi Polresta Banyuwangi dalam aksi solidaritas terkait kasus dugaan ...

Diduga Berkedok Reklamasi, Tambang Galian C di Desa Gambor Banyuwangi Tetap Beroperasi, Polresta Banyuwangi Disorot Diduga Tutup Mata

Banyuwangi – NusantaraTimes.Online | Aktivitas tambang galian C yang diduga ilegal di wilayah Desa Gambor, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, terus ...

Sound System Dibungkam, Dugaan Penganiayaan Menggema di Marina Boom Banyuwangi

Banyuwangi — Nusantara Times.Online | Seorang warga negara asing (WNA) asal Rusia berinisial AF diduga menganiaya pemilik sound system, Suro ...