Dari Persidangan yang Tertunda hingga Kritik yang Viral: Suara Warga Banyuwangi Soal Tumpang Pitu Makin Menggema

Banyuwangi – Nusantara Times.Online | Polemik kerusakan lingkungan di kawasan Tumpang Pitu kembali mencuat setelah sidang gugatan terhadap perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah tersebut mengalami penundaan. Sidang ketiga yang digelar pada Rabu siang itu hanya dihadiri oleh hakim tunggal, lantaran hakim ketua berhalangan hadir karena sakit. Alhasil, persidangan resmi ditunda hingga 18 Desember 2025.

Amir Ma’ruf Khan, salah satu warga yang mengawal proses hukum ini, menyayangkan penundaan tersebut. Menurutnya, masyarakat Banyuwangi menaruh harapan besar pada jalur peradilan sebagai upaya menghentikan kerusakan lingkungan yang disebut terus meluas.

“Sidang tadi hanya ada hakim tunggal. Karena hakim lainnya sakit, sidang tidak bisa dilanjutkan. Kami berharap tanggal 18 nanti proses ini berjalan lancar agar kerusakan yang terjadi dapat segera dihentikan,” ujar Amir.

Kekhawatiran Warga soal Aktivitas Tambang

Dalam keterangannya, Amir juga menyoroti dugaan penggunaan alat berat dan bahan peledak dalam aktivitas pertambangan yang dianggap menimbulkan dampak luas bagi lingkungan sekitar. Ia menyebut bahwa masyarakat, termasuk para nelayan, telah merasakan perubahan kualitas air, udara, dan kondisi ekosistem.

“Dampaknya sangat luas. Para nelayan banyak mengeluh, air di sekitar lokasi juga disebut tercemar. Jika benar ada penggunaan bahan peledak, polusi udara juga pasti terjadi,” tegasnya.

Amir menyerukan agar kegiatan pertambangan dilakukan dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan keselamatan masyarakat sekitar.

Sorotan pada Perizinan Lama

Lebih jauh, Amir menyinggung persoalan perizinan yang menurutnya menjadi kontroversi sejak 2012. Ia menyatakan bahwa perubahan fungsi kawasan hutan dari hutan lindung menjadi area pertambangan disebut memunculkan tanda tanya di kalangan warga.

Amir menilai bahwa proses-proses tersebut perlu dikaji kembali oleh pemerintah pusat agar tidak menimbulkan dampak jangka panjang terhadap ekosistem Banyuwangi.

“Kami berharap pemerintah pusat, termasuk Presiden, dapat melihat adanya kejanggalan dalam proses yang terjadi. Jika dibiarkan, dampaknya bisa luar biasa ke depan,” imbuhnya.

Komentar Keras Viral di Media Sosial

Di tengah proses persidangan yang tertunda, komentar keras Amir mengenai isu lingkungan Banyuwangi juga tengah viral di media sosial. Dalam unggahan Facebook yang ramai dibagikan, Amir mengkritik sejumlah kebijakan masa lalu dan menilai pemerintah kurang tegas menyikapi persoalan lingkungan.

Komentarnya memicu beragam reaksi. Sebagian warganet mendukung dan meminta investigasi lebih jauh, sementara sebagian lainnya meminta agar kritik tersebut ditempatkan dalam konteks hukum serta disampaikan melalui mekanisme formal untuk menghindari kesalahpahaman.

Pemerintah Masih Belum Mengeluarkan Pernyataan Resmi

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah daerah Banyuwangi belum mengeluarkan tanggapan resmi terkait sidang yang ditunda maupun kritik yang viral tersebut. Sejumlah aktivis lingkungan dan warga berharap ada langkah konkret untuk memastikan pengelolaan lingkungan berjalan sesuai aturan dan mempertimbangkan keselamatan masyarakat.

Amir menegaskan bahwa masyarakat akan terus mengawal jalannya persidangan pada 18 Desember mendatang.

“Kami hanya berharap proses hukum ini bisa berjalan objektif. Semoga hakim yang sakit segera pulih dan bisa melanjutkan sidang,” pungkasnya.

(Tim)

More From Author

Ruang Publik Dialihfungsikan Sebagai Penimbunan Barang Rongsokan, Begini Tanggapan Aktivis Muda Banyuwangi.

Siapa yang Sebenarnya Melanggar: Kritik Guru Honorer atau Pemungut Uang Korlas?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Aktivis Filsafat Logika Berpikir Raden Teguh Firmansyah. “Pemberitaan Penemuan Mayat di Bekas Galian C Sesat Nalar dan Sarat Framing”

Banyuwangi - Nusantara Times.Online | Pemberitaan sejumlah media online terkait penemuan mayat di area bekas tambang galian C, Karangbendo, Kecamatan ...

Ngopi Bareng Insan Pers, Polresta Banyuwangi Peringati HPN 2026

Banyuwangi//NusantaraTimes.Online -Polresta Banyuwangi menggelar tasyakuran dan silaturahmi dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026 dengan konsep ngopi bareng ...

Pers Sehat, Bangsa Menguat: Kasdim 0825 Hadiri Tasyakuran HPN ke-80 PWI di Banyuwangi

Banyuwangi//NusantaraTimes.Online -Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dan Hari Ulang Tahun Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke-80 Tahun 2026 berlangsung khidmat di ...

Kasatlantas Polresta Banyuwangi AKP I Gusti Bagus Krisna Fuady Beserta Jajaran Ucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2026

Banyuwangi//NusantaraTimes.Online -Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polresta Banyuwangi, AKP I Gusti Bagus Krisna Fuady, S.I.K., M.A.P., bersama seluruh jajaran Satuan ...

Babinsa Koramil 404-05/TE Komsos dan Ingatkan Warga tentang Keamanan dan Kebersihan Lingkungan

Muara Enim - Babinsa Koramil 404-05/TE Kodim 0404/ME Serka Dedi Sartomi rutin melaksanakan monitor wilayah dan komunikasi sosial (Komsos) dengan ...

Operasi Keselamatan Semeru, Polres Situbondo Sampaikan Pesan Kamseltibcarlantas di CFD

SITUBONDO//NusantaraTimes.Online -Suasana Minggu pagi di area Car Free Day (CFD) Situbondo tampak berbeda dari biasanya. Di tengah keriuhan warga yang ...